Opini

Tik-tok yang tak lagi Goblok

1 Mins read

Masih ingat dengan nama Bowo, yang sempat ramai diperbincangkan kareana aplikasi “goblok” Tik-tok, yang dinilai dapat merusak moral generasi penerus bangsa.

Nama bowo kian mencuat dikalangan warganet pada tahun 2018, dengan masalah meet and greet dengan biaya Rp 80-100 ribu, yang dianggap sangat mahal untuk ukuran fans-fansnya nya yang masih bocil-bocil. Trigger ini lah yang menyebabkan banyak warganet menjadi sangat peduli akan dampak buruk yang mungkin akan tercipta jika sosok bowok menjadi patron untuk generasi selanjutnya. Alhasil Tik-tok mendapat julukan sebagai aplikasi “goblok” dari warganet ditambah dengan paket lengkap caci-makinya.

Bukan itu saja Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo)  juga turut meramaikan dengan memblokir Tik-tok pertanggal 03/07/2018 dengan alasan banyak konten-konten negatif, namun bukan itu saja. Menurut Kominfo yang menjadi dasar pemblokiran Tik-tok karena ada sekitar 2.853 aduan masyarakat  terkait konten yang berada pada platform ini.

Tungu sebentar, berbicara tentang konten negatif, menurut Kominfo ada sekitar 524.834 akun yang memiliki konten negatif di 11 platform media sosial di Indonesia. Salah satunya adalah twitter dengan 521.530 akun bermuatan konten negatif, berarti twitter juga termasuk aplikasi “goblok” dong.

Baca Juga : Balada Mahasiswa Kesehatan yang Menjadi Kader Pergerakan

Namun semuanya berubah saat artis-artis barat mulai meramaikan Tik-tok dengan gaya-gaya yang nyentrik, walaupun lebih banyak goyangan ala rekoil AK-47 yang aduhai. Sudah barang tentu warga +62 berbondong-bondong menggikutinya,.. mungkin menjadi kebanggan tersendiri sebagai follower kaum barat.

Dengan cepat virus Tik-tok menyebar di masyarakat +62 sampai-sampai virus Korona kalah cepat penyebarannya, ditambah legistimasi artis-artis indonesia yang juga ikut memainkannya.

Tik-tok menjadi seperti paket 4 sehat  ditambah Tik-tok jadi sempurna bagi masyarakat kita, dari mbak-mbak kampus sampai ukhti- ukhti jilbub juga memainkannya. Bisa­ dikatan saat ini Tik-tok telah menjadi sangat pintar dikalangan warga +62, bagaimana dengan para warganet yang dulu menghujat habis-habisan aplikasi “Goblok” ini ?  tidak sedikit diantaranya yang juga tertular dan ikut memainkannnya ada juga yang mengakuinya denga terang-terangan “maafkan aku Tik-tok yang dulu sempat menghujatmu”. Ya, anggap saja ini bentuk pelajaran menjilat ludah sendiri.

Jadi, apakah standar “Pintar” kita masih ditentukan oleh kaum-kaum barat, jika memang demikian berarti kita masih belum merdeka, kita masih belum bisa melepaskan diri dari struktur sosial-budaya orang-orang barat. Post-kolonialisme tetap lebih utama dari budaya kita sendiri.

Baca Juga : Goceng untuk kongres, apakah bentuk kemandirian ekonomi ?

16 posts

About author
Nyari kerja
Articles
Related posts
Opini

Lika – Liku Kader PMII, Siapa yang Salah?

2 Mins read
Lika – Liku Kader PMII, Siapa yang Salah? Miri Pariyas Tutik Fitriya Siapa yang disalahkan dan menyalahkan? Jika judulnya seperti itu? Jangan,… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Opini

Menghancurkan Berhala-Berhala di Institusi Biru Kuning

4 Mins read
“Sudah ku bilang teknik dan startegismu itu, tak ada gunanya,” “Maksudmu?” “Maksud ku ini percuma, toh, ini adalah permainan yang disepakati  oleh… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Opini

Anak Broken Home, Apa yang Salah?

3 Mins read
Broken Home merupakan istilah yang tak jarang didengar ataupun ditemui di media sosial. Dalam mengartikan hal tersebut selalu merujuk pada ketidak utuhan… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: