Opini

supporter apa terroris ? kok bikin phobia

2 Mins read

Sahabat.or.id – Peh, Peh, Peh, koyok ngene ye, ditulong malah mentong.

Lagi dan lagi, wajah sepak bola kita harus tercoreng lantara laga semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 yang mempertemukan rival abadi Persebaya Surabaya vs Arema FC diwarnai insiden berdarah.

Menjadi warga Blitar, beberapa waktu yang lalu, pasti lah sangat berat. Sudah barang tentu, tim kebanggaan nya tidak ikut kompetisi namun terkena imbas, dari ulah suporter kedua klub ini. Ibarat sudah jatuh ketimpa tangga lagi.

Entah kenapa jika dua klub ini bertanding selalu saja ada festival lempar batu, baku hantam, baku bakar, macam-macam lah bentuk nya. Paling-paling masalah yang seperti ini hanya akan disebut “oknum”, iya kalau lembaga/instansi jika “oknum” salah bisa diberhentikan, udah ngak mengganggu lembaga/instansi lagi. La, kalau supporter bagaimana? Lawong, yang bertanding saja di dalam stadion, tapi yang berdarah-darah, sampai hampir mati malah di luar stadion. Peh, Peh, Peh.

Baca Juga : Gara-gara Kopi yang tak lagi pahit

Menjadi phobia tiap kali mendengar kabar jika kedua tim ini akan bertanding, bagaimana tidak, cobak kita lihat hasil dari buah karya kedua supporter ini, motor dibakar, warung-warung dijarah, serta banyak memakan korban jiwa. Ketakutan ini telah menjadi teror tersendiri bagi masyarakat, seperti saya salah satunya.

jangan-jangan nanti saya yang dikeroyok jika ketemu kedua supporter ini”.

Lantas, bukankah ini sama seperti teroris jika selalu membuat teror kepada masyarakat, selalu bikin huru-hara, selalu bikin rugi masyarakat disekitar tempat pertandingan. Lalu, apakah masalah yang selalu terulang ini akan ditindak tegas seperti sahabat kita Lutfi Alfiandi Sang Pembawa Bendera saat demo penolakan pengesahan RUU KPK.

Sahabat Lutfi Alfiandi di jerat dengan 4 pasal, salah satunya adalah Pasal 170 ayat 1 KUHP yang berbunyi “Barangsiapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.”.

Dari sudut sistematika KUHP, Pasal 170 merupakan salah satu pasal yang  diletakkan dalam Buku II tentang Kejahatan pada Bab V yang berjudul “Kejahatan terhadap Ketertiban Umum”. Jadi, tindak pidana yang dirumuskan dalam pasal 170 ini pertama-tama   adalah tindak pidana yang merupakan pelanggaran atau gangguan terhadap ketertiban umum. (J.M. van Bemmelen, Hukum Pidana 3. Bagian Khusus Delik-delik Khusus, terjemahan Hasnan, Binacipta, 1986, hal. 124.).

Baca Juga : Merasa Pintar, Bodoh Saja Tidak Punya (Kisah Sufi dari Madura)

Terus, apakah tindakan dari kedua supporter ini belum dikatakan menggangu ketertiban umum?, lalu siapa yang akan bertanggung jawab terhadap kerugian yang ditimbulkan, baik secara materiil ataupun immateriil.

Ngenelo dulor, berbeda yang didukung tidak harus membenci, membenci tidak harus mencaci, sadar diri agar tidak saling menyakiti. Satu kata buat supporter rusuh, JANCOK !!.

16 posts

About author
Nyari kerja
Articles
Related posts
Opini

Perempuan dan Pemimpin

2 Mins read
Penulis: Sinta Amelia Eksistensi dunia perempuan dibelahan dunia timur selalu salah menyisikan luka batin yang cukup berkepanjangan. Luka batin itu terindikasi dari… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Opini

#YakinIniAkandiBaca : Mempertanyakan Fungsi IKAPMII Sebagai Jangkar Bagi Kader PMII

6 Mins read
“Organisasi itu penting. Karena ia akan membentukmu menjadi sosok figure. Selain itu ketika kamu berorganisasi kamu akan memiliki relasi yang kelak bisa… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Opini

Kisah di Balik Buku Ketiga Kader Galileo

4 Mins read
Kesemuanya akan dimulai dengan perkataan yang sering terdengar namun, tak kunjung dilaksanakan “Sehebat apapun seseorang jika iya tak menulis maka, iya akan… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: