Puisi

Rumpang

1 Mins read

Tuhan
Pintu pintu tertutup
Lampu jalan meredup
Pada angin yang berdesir darahku menjadi gigil
Persimpangan 3 menjadi 8
Para rambu rambu jalan sedang nyaman diselimuti kabut malam
Aku bersama petromax kecil yang bahan bakarnya kian minim
Berjalan mencari cahaya lain
Aku menantang gelap
Meski tau akan ditelan dalam sekejap
Pada waktu waktu matahari masih dermawan
Aku menjumpai rindu serupa awan yang tersenyum pada langit biru dan udara segar
Aku memicingkan mata mencari sosok yang bisa ku sapa
Nihil
Orang orang tengah lelap
Sementara aku dan jiwa kosongku berkelana sibuk mencari tempat singgah

Related posts
Puisi

Memilih dan Tumbuh

1 Mins read
Pada beberapa situasi kami utuhPada beberapa situasi kami hilang dan tenggelamPada beberapa situasi kami terpuruk dan memilih diamPada beberapa situasi kami memilih… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Puisi

Jiwa

1 Mins read
Menghempas dalam ribuan karsa,Menitik dalam dentuman rasa, Mengibas eluh yang tak terluluh,Tersungkur pun tak terukur, Terjerembab dalam elegi rindu,Tergeser oleh pilu, Mamantik… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Puisi

GERANGAN

1 Mins read
Tersungkur, tersudut, terduduk Diatas polemik pribadi Akibat kau gerangan Tergeletak, lemas, tanpa perhatian Dibawah naunganmu Wahai gerangan Akankah selalu seperti ini Akankah… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Opini

“KARTINI DAY” (KARTINI MASA KINI)

%d blogger menyukai ini: