Opini

Refleksi Kaderisasi PMII EKSAK

5 Mins read

Bagaimana Kaderisasi Eksakta?

Oleh: Wangga Surya Putra

Bukan lagi rahasia kompilasi kita memandang keilmuan eksotis lebih gagah dan kompilasi keren dibandingkan dengan non eksakta. Ketika kita mengingat-ingat masa Sekolah Menengah Atas (SMA), orang tua akan merasa bangga ketika kita memasuki jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), entah apa alasannya. Apalagi kita mendapatkan nilai sembilan pada mata pelajaran Matematika (MTK), luar biasa.



Mungkin sesuai dengan pekerjaan mereka lebih jelas dalam membuat karya dan mudah mendapatkan pekerjaan atau rumit tidak mendapatkan pekerjaan akan mudah membuat lapangan kerja. Mungkin itu ada di benak semua orang tua. Samahalnya dengan jurusan-jurusan yang ada di bangku kuliah sarjana teknik tidak akan membantah jika tidak mendapatkan pekerjaan kantoran, mereka bisa membuat berbagai karya teknologi baru yang bisa membuat lapangan pekerjaan sendiri.

Seharusnya memang seperti itu sarjana dengan backgroundkeilmuan eksakta, tidak perlu menggantungkandengan pekerjaan kantoran. Fakultas-fakultas dengan jurusan yang masih serumpun dengan eksakta memang banyak diminati oleh calon mahasiswa, seperti di fakultas Sain dan Teknologi (Sainstek) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang).

Didalam dunia perkuliahan kita mengenal berbagai organisasi mahasiswa baik itu Intra Kampus (OMIK)maupun Ekstra Kampus (OMEK), salah satunya adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Sebagai salah satu organisasi mahasiswa terbesar di Indonesisa dimana kader nya mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu, namun jumlah yang begitu banyak tidak terlepas dari proses kaderisasi yang dilakukan oleh PMII itu sendiri.

Banyak pandangan tentang PMII, dimana kaderisasi saat ini lebih mengarah kepada ranah sosial. Lalu bagaimana dengan kader-kader eksakta yang notabennya adalah kader-kader yang dapat di katakan apatis, dan lebih mementingkan akademisnya ketika dibandingkan dengan kader-kader yang memang notabennya adalah social?

Kenyataan yang ada kader-kader eksakta ini terlalu disibukkan dengan tugas-tugas mereka yang memakan waktu cukup lama bahkan mencapai satu semeter dan inipun sudah di kerjakan siang-malam, Lalu bagaimana realita kaderisasi diwilayah keilmuan eksata ?

Tahap Rekruitmen

PMII adalah salah satu wadah mahasiswa untuk berproses, dimana wadah ini diisi oleh berbagai cabang keilmuan seperti sosial, agama, politik dan eksakta. Sampai saat ini usia PMII sudah hampir 57 tahun sejak berdiri namun kader-kader eksakta yang benar-benar selaras dengan eksaktanya sangatlah sedikit ketika dibandingkan dengan cabang keilmuan lainnya, apalagi ilmu politik.

Lalu bagaimana kaderisasi yang terjadi saat ini? PMII hari ini mendominasi dikebanyakanperguruantinggi. Sepertihalnya yang terjadi UIN Malang, posisi-posisi sentral di dalam Intra hamper semunya diduduki oleh kader-kader PMII baik dari Presiden Mahasiswa (PRESMA), Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F), Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (MHJ), Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U), Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F) semua di dominasi oleh kader-kader PMII dengan dalih Kaderisasi.

Apakah seperti itu ? realita yang ada dengan backgroundfakultas eksakta yang Mahasiswa Baru (MABA)-nya  berjumlah sekitar 700 pertahun, namun berapa yang mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) sebagai jenjang kaderisasi Formal, tidak lebih dari 100 kader baru. Ini sungguh ironis ketika membicarakan persentase padahal posisi-posisi sentral di intra adalah kader PMII sendiri, belum lagi ketika membicarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) jumlah ini akan semakin menurun di setiap jenjang kaderisasi.

Realita kaderisasi yang ada saat ini, MABA digiring ke stand PMII kemudian diminta mengisi formulir pendaftaran dengan dalih memenuhi syarat Orientasi Jurusan (OSJUR), ketika kita melihat jumlah pendaftar memang banyak melebihi 60% dari total MABA namun berapa yang benar-benar berangkat mengikuti MAPABA hanya 14,3%. dari tahap rekrutmen saja sudah ada beberapa kesalahan, akhirnya MABA hanya melihat ini sebagai pemenuhan tugas bukan sebagai pendaftaran PMII.

Mulai tahap rekrutmen ini sudah mulai terdengar tawaran-tawaran yang aneh seperti “ayok masuk PMII nanti gampang masuk HMJ orang ketua HMJ nya anak PMII”.Memang tidak semuanya secara langsung namun ini dapat dilihat dari tim rekrutmen yang dimana setiap ketua HMJ terpilih selalu menjadi tim rekrutmen, lalu pertanyaannya apakah PMII saat ini tidak memiliki tawaran yang konkrit selain menduduki posisi-posisi intra .

Lalu Bagaimana Seharusnya Rekrutmen Eksakta ?

Dengan background  eksakta yang dimana di UIN Malang tepatnya di Fakultas Sains dan Teknologi yang dinaungi oleh rayon “PENCERAHAN” Galileo yang usia kurang lebih 17 tahun dimana dapat diibaratkan manusia, Galileo ini sudah remaja. Dengan usia yang seperti itu harusnya sudah banyak karya-karya eksakta yang dibuat oleh kader-kader Galieo.

Lalu buat apa karya-karya ini? Dari karya-karya ini nantinya akan timbul tawaran-tawan baru bahwa PMII tidak hanya berkutat pada ranah Sosial, Agama dan Politik saja, namun PMII juga bersinergi dengan literasi keilmuan eksakta secara nyata. Secara tidak langsung tawaran yang seperti ini akan menghilangkan pandangan-pandangan negatif tentang kader-kader PMII yang seakan bisanya hanya demo dan kuliahnya selalu awut-awutan.

Dengan tawaran-tawaran yang semacam ini, nantinya calon anggota akan berfikir bahwa PMII benar-benar sangat menunjang dalam kebutuhan akademis dan karir yang selaras dengan jurusannya. Halini dapat diwujudkan apabila diperhatikan secara khusus dari pengurus baik Pengurus Rayon, Pengurus Komisariat, Pengurus Cabang, Pengurus Kordinator Cabang, bahkan Pengurus Besar PMII.

Mengacu kepada Peraturan Organisasi yang di keluarkan oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) terdapat tiga jenjang kaderisasi formal yaitu :

  1. Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA)
  2. Pelatihan Kader Dasar (PKD)
  3. Pelatihan Kader Lanjut (PKL)

Yang mungkin dilakukan dalam ranah Rayon maupun Komisariat yaitu MAPABA dan PKD, bahkan di UIN Malang sendiri, MAPABA dan PKD langsung di pegang oleh Rayon.

Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA)

MAPABA adalah fase dimana MABA dikenalkan dengannilai-nilai PMII, penanaman idiologi-idiologi PMII agar MABA ini  benar-benar yakin kepada PMII. Lalu materi-materi apa yang di berikan pada MABA ? mengacu dari MAPABA tahun 2016 materi-materi yang di berikan meliputi :

  1. Sejarah Perkembangan PMII
  2. Nilai Dasar Pergerakan (NDP)
  3. Islam Berawal dari “ASWAJA”
  4. Bhineka Tunggal Ika “KEINDONESIAN”
  5. Gender dan Konstruk Sosial
  6. Kerayonan

Dapat dilihat dari mater-materi MAPABA tersebut, materi yang benar-benar eksakta hanya sedikit terdapat pada kerayonan, itupun hanya sekilas, sedikit sekalimemperkenalkan bahwa rayon “PENCERAHAN” Galileo adalah rayon eksakta. Dari fase awal saja MABA sangat kekurangan asupan materi eksakta lalu bagaimana dapat mencetak kader-kader eksakta yang sesuai dengan literasi jurusannya.

Lalu bagaimana dengan tindak lanjut follow-up selepas MAPABA menyangkut eksakta? Apa kah ada? Yang terjadi follow-up MAPABA hanya simbolis dari Program Kerja (PROKER), itupun hanya mereview materi-materi yang telah di berikan pada saat MAPABA, ironisnya tidak ada satupun yang berbau eksakta.

Lalu Bagaimana Seharusnya MAPABA dan Follow-up eksakta?

Harusnya pada materi MABA ada satu materi yang benar-benar membahasa eksakta itu sendiri, dan materi ini harus diberikan perhatian khusus oleh para pengurus sesuai dengan literasi jurusan masing-masing. Harapannya apa? Minimal anggota hari ini berfikiran bahwa “saya adalah kader eksakta dan harus bisa membuat karya”.Alangkah lebih bagusnya jika karya tersebut didedikasikan untuk PMII.

Selanjutnya pada tahap selepas MAPABA atau follow-up, materi-materi eksakta dan ke-PMII-an harusnya memiliki porsi yang sama, namun pada materi eksata harus dipisahkan sesuai dengan literasi jurasan yang diambil oleh masing-masing anggota, dan memiliki mentor yang benar-benar kompeten diranah akademis maupun riset. Tujuannya untuk apa? Yang pertama memberikan rasa nyaman dan aman terhadap anggota bahwa ranah aktualisasi dibidang keilmuannya telah terpenuhi dari segi mentor yang kompeten dalam bidangnya. Yang kedua mempermudah transfusi ilmu dari mentor kepada anggota, karena sama-sama mengambil keilmuan yang sama.

Pada tahap akhir follow-up, nantinya setiap anggota di masing-masing jurusan wajib membuat suatu karya dengan lebel PMII sebagai syarat kelulusan MAPABA, kenapa harus wajib?. Kewajiban yang di tekankan kepada anggota ini merupakan kebutuhan primer akan cirikhas eksakta Galileo, bukan suatu cara untuk menghalangi seseorang berproses di PMII, melainkan ini adalah doktrin awal bagaimana nantinya kader-kader eksakta akan berproses di PMII.

Follow-up ini juga harus diimbangi dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat non-formal yang dapat menunjang dalam literasi keilmuan dan riset terkait eksakta. Sepertihalnya apa yang telah di lakukan oleh FPJ Tehnik Informatika (TI) yang berani membuat terobosan baru sebuah kelompok belajar “Java Foundation” yang rutin dilakukan pada hari minggu siang. Tujuan dari Java Foundation sendiri adalah memberikan wadah bagi sahabat-sahabati Galileo yang ingin memepelajari keilmuan tentang pemprograman, salah satu riset yang masih dikembangkan adalah “My PMII” yang isinya merupakan materi-materi ke-PMII-an dan sosial media, Wadah seperti inilah yang harus ada sebagai ranah aktualisasi bagi kader eksakta.

*kaderlah anggotamu dengan karya, rubahlah kultur menjadi struktur*

*ajari pimpinanmu dengan oposisi*

150 posts

About author
"Ber-PMII-lah dengan caramu sendiri"
Articles
Related posts
Opini

Gelar RTK Ke-II, Syahruddin & Tiara Pimpin
PK PMII ISQ Syekh Ibrahim 2022-2023

1 Mins read
Pasir Pengaraian – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ISQ Syekh Ibrahim 2020-2022 sukses gelar Rapat Tahunan Komisariat (RTK) Ke-2…. Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Opini

Lika – Liku Kader PMII, Siapa yang Salah?

2 Mins read
Lika – Liku Kader PMII, Siapa yang Salah? Miri Pariyas Tutik Fitriya Siapa yang disalahkan dan menyalahkan? Jika judulnya seperti itu? Jangan,… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Opini

Menghancurkan Berhala-Berhala di Institusi Biru Kuning

4 Mins read
“Sudah ku bilang teknik dan startegismu itu, tak ada gunanya,” “Maksudmu?” “Maksud ku ini percuma, toh, ini adalah permainan yang disepakati  oleh… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: