Buku

Panggil Aku Kartini Saja

1 Mins read

Judul: Panggil Aku Kartini Saja
Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Jika menyebut nama, Kartini, kata apa yang terbesit dalam pikiran kita? yaitu 2 kata, pahlawan wanita. Kartini adalah salah satu pejuang wanita yang mampu melawan dinding tebal kotak yang penuh gemegahan sebagai tuan putri Jepara. Status menjadi putri jepara menjadi kebanggan tes khusus untuk Kartini. Tapi benarkah? Apa saja yang terjadi dan siapa sebenarnya Kartini itu?



Biografi tentang kartini menjadi topik utama kompilasi berdiskusi tentang wanita, berbagai karangan buku tentang kartini banyak dicetak mana-mana. Salah satunya adalah karangan Pramoedya Ananta Toer yang menulis sejarah tentang perjuangan Kartini yang berjudul “Panggil Aku Kartini Saja”.

Awal penulisan dimulai dengan kekalahan perang diponegoro, yang berlanjut ke politik tanam paksa Van den Bosch yang menyengsarakan rakyat sehingga kelaparan dan kemiskinan bahkan kebodohon tak asing bagi pribumi waktu itu. Lalu dilanjutkan kembali tentang silsilah kartini dan para leluhurnya yang termasuk golongan bagsawan walaupun ibu Kartini bukanlah keturunan bagsawan. Lalu dilanjutkan masa kecil Kartini memang sudah diperlihatkan tentang ketidakadilan yang terjadi kepada ibunya. Kartini sebelum dipingit Kartini sudah mendapat pendidikan walupun pada akhirnya ia, harus melakukan adat istidat orang jawa untuk tak mengenal dunia luar.

Kartini tidak punya massa apalagi uang. Uang tak akrab dengan Kartini akan tetapi yang dimiliki Kartini adalah kepekaan dan keperhatiaannya, hingga senjata yang dilakukan Kartini adalah dengan seni. Salah satu seni yang dimiiki oleh Kartini adalah mengarang. Menurut Kartini kepengarangan adalah tugas sosial. Kepekaan yang dituangkan dalam tulisannya melambungkan nama Kartini hingga kepenjuru dunia. Sebenarnya, Kartini bukan hanya bakat dalam menulis akan tetapi kartini mampu melukis, menari, menyanyi bahkan membantik karena seni dalam jiwa Kartini menjadi satu kesatuan bagi dirinya.



Adat istiadat telah menyelimuti diri kartini, tak mampu menolak karena kecintaanya terhadap ayahnya bupati Jepara, R.M. Adipati Ario Sosroningrat., hingga apa yang terlontarkan dari ayahnya mau tidak mau Kartini siap untuk menjalaninya walaupun bertentangan dengan hati dan logika. Sehingga Pram menganggap meski sangat menyayangi ayahnya, sebenarnya Kartini keberatan (meski tak kuasa menolak) berbagai perlakuan feodal sebagaimana layaknya yang terjadi di zaman itu. Hubungan antara Kartini dan ayahnya sangat kuat.

Karangan yang dibuat oleh Pram membuka kacamata dunia bahwa sejarah tak lepas dari pengorbanan. Perubahan hanya dimiliki bagi ia yang mempunyai semangat membara dan pijakan yang jelas. Salah satunya adalah historis Kartini yang selalu dikenang pada tanggal 21 April yang tak habis oleh masa, namanya pun tetap abadi penuh pengorbanan.

150 posts

About author
"Ber-PMII-lah dengan caramu sendiri"
Articles
Related posts
Buku

Pahami Dulu Baru Lawan

1 Mins read
Oleh : Sahabati Ummu Salamah Korupsi menurut asal kata berasal dari bahasa latin, corruptio. Kata ini sendiri punya kata kerja corrumpere yang… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Buku

PMII dalam Bingkai Eksakta Nalar Pergerakan Saintis Aktivis dalam Dinamika

3 Mins read
“Totalitas kader eksakta dalam ber-PMII harus diwujudkan dengan membangun dunia pergerakannya sendiri unuk menemukan mandat intelektualitasnya sebagai mahasiswa, mandat religiutasnya sebagai orang… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Buku

Dualisme Kader Eksakta

2 Mins read
Hiruk piruk perjalanan kader eksakta selalu seksi dibincangkan. Walaupun pada akhirnya, tidak ada satupun yang dapat merumuskan solusi terhadap permasalahan kader eksakta… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: