Good News

OPTIMISME KADERISASI PMII SUNAN AMPEL, BUKTI BAHWA PANDEMI BUKAN MIMPI BURUK PMII “Optimisme Kaderisasi, Kunci Utama Konsistensi Keberlanjutan Organisasi”

4 Mins read

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Sunan Ampel mengadakan Dialog Lintas Generasi sebagai upaya untuk memantik dialektika kader, melalui Dialog interaktif yang membahas konsep “Kaderisasi dalam kondisi pandemi, Kualitas atau Kuantitas?”

Menghadirkan narasumber dari beberapa perwakilan pengurus komisariat 4 generasi sebelumnya, dialog interaktif ini di konsep sebagai upaya untuk menemukan solusi terbaik proses kaderisasi, melalui pengalaman yang dialami pengurus di tahun sebelumnya, kendala apa yang dihadapi saat akan melakukan planning kaderisasi, mengingat tahun ini merupakan pertama kali nya kaderisasi dilakukan dengan metode daring, komisariat sunan ampel di bidang kaderisasi juga berkoordinasi dengan seluruh pengurus rayon, tidak terkecuali dalam merumuskan Booklet kaderisasi Formal Daring yang launching pada 3 Juli 2020.

Pemetaan alumni menjadi salah formulasi kaderisasi yang harus disikapi dengan bijak, harapan terbesar kepada alumni harus diupayakan dalam wujud, mengingat secara proses di pmii alumni setidaknya sudah memiliki spesfikasi pergerakan. Maka dari itu dialog interaktif ini dilangsungkan dan bertujuan untuk menjalin silaturrahmi lintas generasi di komisariat sunan ampel serta merumuskan beberapa formulasi yang dapat di implementasikan dalam proses kaderisasi antara lain :

Menurut sahabat Makmun Satriyono, ketua Komisariat Sunan Ampel periode 2014-2015 dan merupakan pengurus koordinator PMII Cabang Jawa Timur, PMII dapat membentuk satgas percepatan kaderisasi sebagai upaya preventif agar kaderisasi tetap masif tanpa mengurangi komponen pendukung terciptanya kuantitas kader maupun kualitas kader.

Tidak menjadi problem apabila kaderisasi dilakukan melalui metode daring, asalkan followup lebih di masifkan. Point baru yang dapat diterapkan sebagai komponen pendukung kaderisasi untuk membangun kedekatan emosional dengan kader baru karena terkendala intensitas bertemu yang terbatas karena kampus belum dapat melakukan perkuliahan tatap muka dan otomatis seluruh kegiatan dilakukan di rumah masing-masing, sehingga kaderisasi dapat dilakukan melalui kaderisasi daerah, membuat kelompok kecil melalui alumni di setiap daerah dan tetap didampingi oleh pengurus aktif di tataran rayon maupun komisariat / Kolektif kolegial.  Doktrinasi menjadi penting dan harus diformulasikan dengan cara-cara yang sesuai dengan kondisi. Pendekatan persuasive harus dapat memantik semangat kader. Karakter dan integritas menjadi sangat penting dalam proses kaderisasi.

Menurut sahabat wiji wulansari, Ketua KOPRI Sunan Ampel 2014-2015 yang juga merupakan ketua KOPRI Cabang Kota Malang, kaderisasi KOPRI juga harus tetap dilakukan melalui pemetaan tipikal kader putri karena memang kader putri cenderung memiliki karakteristik kaderisasi yang berbeda.

Menurut sahabat Lufti Hamdani, yang sekarang aktif dalam dunia jurnalis, pegiat Indonesia imaji, yaitu komunitas yang aktif pada gerakan aktif membanca, mengkaji dan berani menulis. Sahabat mengungkapkan bahwasanya antara kualitas dan kuantitas bukan persoalan dikotomis, pengurus harus mampu dan kompeten dalam memaksimalkan kaderisasi, melalui komitmen yang disepakati dan relevan di terapkan kepada kader, sehingga ruang aktualisasi harus beragam dan dapat dimasifkan oleh komisariat.

Menciptakan ruang aktualisasi kader menjadi penting, sehingga keberagaman kaderisasi menjadi seimbang antara kuantitas dan kualitas, hal ini juga menjadi tantangan bagi PMII sehingga kaderisasi bukan sebatas kagiatan formalitas dan eventual.

Karakteristik kader harus dibiasakan dengan konsep interaksi sosial yang di dukung oleh presentasi digital dan kontekstual, sehingga proses kaderisasi dapat mengikuti arus perkembangan sosial.

Menurut Nur Fitriani, Ketua Kopri yang juga merupakan penulis buku melacak jejak keadilan perempuan, sebagai figure kader putri yang aktif dalam kepenulisan terbukti dengan konsistennya dalam menulis di beberapa media dengan tema menarik dan mengikuti isu actual yang sedang terjadi, sahabat fitri mengungkapkan bahwasanya dalam kaderisasi KOPRI perlu diterapkan konsep kolaborasi gerakan perempuan, karena dalam kondisi pandemi sangat banyak kajian-kajian dan riset yang memperbincangkan konsep dan ruang gerakan perempuan, KOPRI harus membiasakan terlibat dalam ruang gerakan kolaboratif sehingga gerakan KOPRI masif. Karena hal ini menjadi salah satu upaya kaderisasi mempertahankan kualitas kaderisasi yang dilakukan oleh KOPRI, namun tidak hanya teori saja, namun situasi penyebaran nilai-nilai pmii harusnya lebih diperkuat dengan identitas PMII.

Menurut Dian Wisnu Al-Fadhoni atau akrab dengan sapaan Kom Al, bahwa pengembangan passion harus di ciptakan melalui ruang aktualisasi yang beragam, sehingga kader akan masif bergerak di ruang-ruang pergerakan PMII melalui ruang yang sesuai dengan karakteristik kader, tanpa harus mencari ruang2 diluar koridor PMII.

Proses kaderisasi daring bukan menjadi masalah jika dikonsep dengan baik, misalnya apabila pengurus melakukan kaderisasi daring, maka ciptakan pangkalan data informasi tentang PMII, hasil resume dari materi PKD yang dilaksanakan di masing-masing rayon, sehingga seluruh kader dapat saling akses hasil pembelajaran di forum kaderisasi sehingga kader akan memperoleh banyak referensi bacaan mengenai antropologi PMII.

Menurut sahabati Fafa yang merupakan pengurus aktif di bidang eksternal KOPRI cabang Malang, pengurus berkewajiban memaksimalkan pelaksanaan kaderisasi dengan design yang kreatif dan inovatif, sehingga doktrinasi kaderisasi dapat diterapkan oleh kader puteri tanpa menghilangkan nilai-nilai pemtimg dalam PMII. Karena dalam kondisi sosial di era seperti ini ideologi menjadi kunci utama pergerakan.

Sedangkan ketua Komisariat 2018-2019 yang baru saja demisioner, sahabat Bukhori mengungkapkan bahwasanya pendampingan baik secara kelembagaan maupun kultural harus seimbang, masifkan konsep kaderisasi melalui sahabat pendamping. Untuk mempermudah kader mendapatkan informasi, pengurus dapat membuat E-book tentang PMII atau minimal pemanfaatan media untuk akses informasi mengenai PMII, karena tidak mungkin dalam kondisi pandemi seperti ini pengurus masih berharap dapat membuka stand di kampus.

Disambung dengan penjelasan sahabat Lailin yang pada kondisi pandemic mengabdikan dirinya sebagai perawat di Rumah Sakit Surabaya, menyempatkan waktu untuk sharing terkait kaderisasi, menurut sahabat Lailin, proses kaderisasi KOPRI harus disingkronkan dengan nilai-nilai PMII juga di dukung dengan konsistensi pengurus KOPRI melalui komunikasi yang masif di internal KOPRI, Karena hal ini akan menunjang kuantitas dan kualitas kaderisasi KOPRI sebagai Badan Semi Otonom di PMII.

PMII dihadapkan dalam kondisi harus tetap masif untuk proses kaderisasi ditengah pandemi, hal ini seharusnya disikapi dengan bijak bahwa ini merupakan tantangan kader PMII sebagai generasi millennial di Era 4.0 diimbangi dengan pelatihan-pelatihan digital yang dapat membangun skill kader millenial

Media sosial harus menjadi raung aktualisasi gerakan dan kaderisasi yang dapat dimanfaatkan dengan baik, melalui konsep yang menarik tentang PMII, sehingga mahasiswa akan mendapatkan informasi mengai organisasi ekstra kampus yaitu PMII, seperti di tambahkan oleh alumni PMII yang sekarang menjadi dosen yaitu Sahabat Faiq, bahwa konsep kaderisasi di masa yang akan datang harus dirumuskan berawal dari kuantitas, outputnya kualitas.

“Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya’’

Related posts
Good News

PMII Rayon FILKOM UPP Resmi diLantik & Gelar MAPABA Perdana

2 Mins read
Pasir Pengaraian, 27-28 November 2021 – Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Komisariat Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Cabang… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Good News

MAPABA Ke 3 STKIP Rokania Kab. Rokan Hulu Sukses Hasilkan 37 Anggota Mu’takid PMII

1 Mins read
PASIR PANGARAIAN – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STKIP Rokania Kabupaten Rohul gelar kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) ke 3. Agenda… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Good News

SIG Ke-2 KOPRI PMII Se Rokan Hulu Sukses Luluskan 23 Peserta di Universitas Pasir Pengaraian

1 Mins read
Sahabat.or.id, PASIRPENGARAIAN – Sekolah Islam & Gender (SIG) merupakan kegiatan pengkaderan KOPRI yang bersifat formal di tahap awal pasca MAPABA. Salah satu… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: