Puisi

Jiwa

1 Mins read

Menghempas dalam ribuan karsa,
Menitik dalam dentuman rasa,

Mengibas eluh yang tak terluluh,
Tersungkur pun tak terukur,

Terjerembab dalam elegi rindu,
Tergeser oleh pilu,

Mamantik sukma yang berirama,
Mengetuk pintu di kehampaan,

Secangkir pun kopi datang,
Keuwuhan lagi meradang,

Kilas part masih teriang,
Terangkat tangan tetap mengepal,

Kobar semangat masih menjelma,
Di setiap detik pertemuan jiwa

3 posts

About author
Urip iku urup
Articles
Related posts
Puisi

Memilih dan Tumbuh

1 Mins read
Pada beberapa situasi kami utuhPada beberapa situasi kami hilang dan tenggelamPada beberapa situasi kami terpuruk dan memilih diamPada beberapa situasi kami memilih… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Puisi

Rumpang

1 Mins read
TuhanPintu pintu tertutupLampu jalan meredupPada angin yang berdesir darahku menjadi gigilPersimpangan 3 menjadi 8Para rambu rambu jalan sedang nyaman diselimuti kabut malamAku… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Puisi

GERANGAN

1 Mins read
Tersungkur, tersudut, terduduk Diatas polemik pribadi Akibat kau gerangan Tergeletak, lemas, tanpa perhatian Dibawah naunganmu Wahai gerangan Akankah selalu seperti ini Akankah… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Opini

PMII Galileo itu Pencerahan

%d blogger menyukai ini: