Buku

Jakarta Sebelum Pagi

4 Mins read

Judul                     : Jakarta Sebelum Pagi
Penulis                 : Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit              : Gramedia Widiasarana Indonesia
Ketebalan Buku : 280 Halaman
ISBN                      : 9786023754847

“Hari ini, di pemakaman, ada orang yang dikubur, dan ada orang yang mengubur. Namun sepertinya, kematian mengambil keduanya-satu orang mati dan satu orang hidup. Bukan salah kematian, kurasa. Kematian hanya mengambil satu dari mereka. Masalahnya, yang ditinggal masih berusaha mengejarnya, berharap kematian mau mengembalikan apa yang ia ambil.”

“Jam tiga dini hari , sweter, dan jalanan gelap dan sepi. Ada peta petunjuk; dan Jakarta menjadi tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya.”

Mawar, hyacinth biru, dan melati. Membawa balon perak, ketiga bunga ini dikirimkan setiap hari ke balkon apartemen Emina. Tidak ada pengirim, tidak ada pesan; hanya kemungkinan seorang penguntit yang mencurigakan yang mengetahui alamat tempat tinggalnya.

Ketika – tanpa rasa takut – Emina mencoba melacak jejak penguntit, pencariannya membawanya ke gadis-gadis yang sedikit misterius di toko bunga, pintu kamar apartemen tanpa suara, dan setumpuk surat cinta berisi cerita yang dilewatkan di depan bangunan kota tua Jakarta.

***

Emina , seorang gadis metropolitan yang unik. Mengapa ini unik? Karena sifatnya yang menarik: ceria, santai, tumpul dalam versinya sendiri. Orangtuanya meninggal dunia, yang ditinggalkan keluarga adalah kakek dan nenek serta saudara perempuan kakeknya yang tinggal di sebuah rumah, Emina memberi julukan “Rumah Para Jompo”. Tetangga mereka, juga seorang lelaki tua Belanda yang dipanggil Emina dengan sebutan Tuan Meneer.

Lalu tiba-tiba ada orang misterius yang mengiriminya surat misterius dengan cara yang unik tepatnya. Sepucuk surat dikirimkan dengan menggunakan gas balon lewat jendela apartemennya, ditambah bunga-bunga hyacinth biru. Pilihan cara untuk mengirim surat yang unik, dan bunga langka yang tidak sembarang dapat tumbuh di Indonesia.

Isi surat itu tidak kalah misteriusnya. Tentang surat yang tidak ada namanya, dengan latar Jakarta bahari, tetapi surat itu jelas diarahkan padanya. Reaksi Emina tidak seperti itu seharusnya orang normal mengatasinya. Temannya mengatakan bahwa itu adalah perilaku penguntit. Tapi Emina justru merasa penasaran. Maka dimulailah skenario investigasi yang membawa Emina berkenalan dengan seorang gadis SD bernama Suki secara unik. Suki adalah pemilik toko bunga yang tidak jauh dari apartemen yang berada. Gadis keturunan Arab-Jepang itu memiliki hobi yang tidak kalah unik terkait dengan teh. Anak-anak kecil terobsesi dengan teh dan upacara minum teh khas Jepang!.

Suki, ia kemudian berkenalan dengan Abel, seorang pemuda dari korban perang Aljazair yang menderita trauma terhadap suara level kronik. Hubungan aneh terjalin antara Emina dengan Abel. Mereka memutuskan untuk menyelidiki surat-surat misterius yang sampai di tangan Emina dengan menjelajahi lokasi-lokasi waktu kota Jakarta sekarang, yang terhubung dengan latar Jakarta tempo dulu yang ditulis dalam huruf-huruf misterius itu.

Mengingat rekannya tidak bisa diajak untuk memecahkan misteri ke tempat itu pada siang hari, maka mereka memutuskan untuk melakukan pada dini hari dan mengunjungi tempat-tempat itu, berharap dapat menguraikan isi surat itu dan mencari tahu siapa yang dimaksud oleh penerima atau pengirim aslinya.

***

Satu hal yang agaknya kurang saya sukai pada keseluruhan novel ini adalah sampul yang mirip dengan ” I’ll Give You The Sun”. Astaga, mengapa bisa kecolongan seperti ini?

Tapi, di luar kasus itu, novelnya benar-benar di luar ekspektasi, juara! dari cara penyampaiannya yang luar biasa , plot, karakter, latarnya. Mengingatkan saya pada Animal Farm dan segala macam semua-nya babi (itu bukan sumpah serapah!), Lalu kisah kota berabad-abad lalu (yang pernah mau saya buat ke kota saya tapi sepertinya perlu ditinjau kembali deh setelah menu buku ini), Lyanna Mormont! Suki mengingatkan saya pada sebuah karakter yang eksekusi karakter dalam cerita yang suka ditonton film-film romantis barat, dan … salah satu bab dari buku Fiqh Kontemporer yang pernah saya baca, yang membuat kisah ini walaupun tidak luar biasa, bukan berarti tidak pernah ada.

Oke mari kita bahas satu per satu. Pertama soal karakter. Saya suka bagaimana cara Ziggy menyampaikan karakternya. Meski novel baru ini sama-sama Ziggy yang saya baca, tapi saya suka sekali bagaimana penulis menyampaikan cerita berdasarkan karakternya. Saya membaca Di Tanah Lada di mana karakternya adalah anak kecil, narasi dan deskripsi cocok dengan usia dan karakter Salva. Di sini, karakternya adalah Emina easy going dan fun. Gaya bahasa yang digunakan juga menyatu dengan karakternya .

Lalu, plot itu. Wow, saya tidak pernah bisa membayangkan ada beberapa plot aneh dan tidak masuk akal bisa dicampur menjadi satu dan disajikan dengan cukup masuk akal dan bergaya! Pertama, tentang sosok gadis metropolis dengan segala kehidupan yang … katakanlah bisa saya bayangkan: bergulat dengan jalan kemacetan jakarta, jam kerja, kantor asosiasi (walaupun ini bukan alur cerita utama ini). Kemudian, dikombinasikan dengan kisah seorang korban perang Aljazair. Saya jadi kepo, sampai googling, dan ternyata perang itu benar-benar ada. Timeline-cocok dengan usia perkembangan karakter utama. Tentang budaya Jepang, dan bunga hyacinth. Dan tahu yang paling mencengangkan? Wow, saya tidak ingin spoiler karena bisa dikatakan ini adalah salah satu plot utama . Tapi, ada sesuatu yang benar-benar tidak dapat diprediksi dan untuk orang normal tampaknya sulit untuk mencapai “ide” itu dan menggunakannya dan bergaul dengan plot orang lain. Sesuatu yang langka, tetapi itu tidak berarti itu tidak ada, karena saya pernah menemukan diskusi tentang hal itu dalam buku Fikih Kontemporer.

Dari segi karakter, sangat keren! Suki mengingatkan saya pada Lyanna Mormont, gadis kecil pemimpin Klan Mormont dalam seri Game of Thrones.

Satu hal lagi, saya kan juga menemukan novel yang hamper sama dengan latar kota bertema di Indonesia. Mengambil Jakarta sebagai latar cerita saya pikir cukup pas. Selain itu, sudut pandang yang diambil oleh Ziggy mengatakan “versi Jakarta yang lain yang tidak biasa” untuk mengambil benang merah “tempo dulu”. Namun, itu tidak membuat penulis melupakan kondisi kota tercinta ini dengan menggambarkannya dalam versi bahasa Emina dengan memberikan analogi ke-babi-annya: Emina adalah sosok Babi Asap yang terpapar polusi setiap hari karena dia pergi ke kantor di atas sepeda motor, maka sahabatnya Nissa , adalah Bagi Yan-pi karena dia seperti sosok yan-pi, karena temannya selalu terjebak ketika berdesak-desakan di kereta. Sekali lagi, cara penggambaran kota ini sebagai tema dan latar yang tidak biasa. Sudahlah.

Related posts
Buku

PMII dalam Bingkai Eksakta Nalar Pergerakan Saintis Aktivis dalam Dinamika

3 Mins read
“Totalitas kader eksakta dalam ber-PMII harus diwujudkan dengan membangun dunia pergerakannya sendiri unuk menemukan mandat intelektualitasnya sebagai mahasiswa, mandat religiutasnya sebagai orang… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Buku

Dualisme Kader Eksakta

2 Mins read
Hiruk piruk perjalanan kader eksakta selalu seksi dibincangkan. Walaupun pada akhirnya, tidak ada satupun yang dapat merumuskan solusi terhadap permasalahan kader eksakta… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Buku

Dunia Maya (Misteri Dunia dan Cinta)

4 Mins read
Judul               : Dunia Maya (Misteri Dunia dan Cinta)Penulis           : Jostein GaarderPenerbit         : PT Mizan PustakaTebal Buku    : 420 HalamanISBN               :… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: