Puisi

Buruh

1 Mins read

Merajuk pilu di tanah rantau

Mengarungi samudera antar pulau

Demi sesuap nasi untuk anak istri

Yang jauh di pulau seberang

Berharap cukup

Tuk masa yang akan datang

Membawa kenyataan menjadi realita

Jauh memang tanah rantauan

Menjadi buruh sudah biasa

Pulang pagi pergipun pagi

Tak jemu-jemu

Mengumpulkan seonggok tabungan

Demi masa yang cemerlang nanti

Mungkin ini tak kan terhenti

Siklus pun menjadi terbiasa

Bapak buruh

Ibu masak

Anak buruh

Nikah

Istri masak

Suami buruh

Anak buruh

Buruh rantau di pulau seberang

Dari buruh menjadi buruh

Oh..

Buruh rantau

Semoga kelak hidup kau

Bahagia Keadilan menyertai mu

3 posts

About author
Urip iku urup
Articles
Related posts
Puisi

Memilih dan Tumbuh

1 Mins read
Pada beberapa situasi kami utuhPada beberapa situasi kami hilang dan tenggelamPada beberapa situasi kami terpuruk dan memilih diamPada beberapa situasi kami memilih… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Puisi

Jiwa

1 Mins read
Menghempas dalam ribuan karsa,Menitik dalam dentuman rasa, Mengibas eluh yang tak terluluh,Tersungkur pun tak terukur, Terjerembab dalam elegi rindu,Tergeser oleh pilu, Mamantik… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Puisi

Rumpang

1 Mins read
TuhanPintu pintu tertutupLampu jalan meredupPada angin yang berdesir darahku menjadi gigilPersimpangan 3 menjadi 8Para rambu rambu jalan sedang nyaman diselimuti kabut malamAku… Bagikan ini:TwitterFacebookMenyukai ini:Suka Memuat...
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Good News

Rumusan GBHO “Membangun Iklim Organisasi yang Responsif Gender” berhasil di rumuskan di Forum Muspimcab PMII Kota Malang 2020

%d blogger menyukai ini: